Lentera hatiku kini bersemi
Bersemi diantara rumput yang mewangi
Kini inginku kupu-kupu menghiasi
Semua yang tercipta dan tak kembali
Pada hati yang selalu meyakini
Akan lentera hati dan cahaya ilahi
Friday, June 22, 2007
Bintang
Kuucapkan pada bintang
Semua yang telah menghilang
Sesuatu yang mayapada
Yang tak bisa
Disebut dengan kata-kata
Kini aku seorang diri
Semua tertinggal dalam hati
Tak mau ku terus mengabdi
Pada waktu yang telah menghiasi
Hidupku yang tak terganti
Semua yang telah menghilang
Sesuatu yang mayapada
Yang tak bisa
Disebut dengan kata-kata
Kini aku seorang diri
Semua tertinggal dalam hati
Tak mau ku terus mengabdi
Pada waktu yang telah menghiasi
Hidupku yang tak terganti
Bunga
Bungaku mekar dan mewangi
Diantara rumput-rumput berduri
Perasaan kacau terbalut dan terikat rapi
Akankah ada cahaya ilahi?
Yang merasuki jiwa-jiwa yang mengabdi
Diantara taubat seorang lelaki
Kini aku yakini
Semua perasaan yang terwakili
Oleh makna-makna yang hakiki
Yang tertulis abadi dalam hati
Oh Tuhan, sungguhku abadi
Dalam ciptaan segara anarki?
Bungaku hilang dan tak kembali
Diantara rumput-rumput berduri
Perasaan kacau terbalut dan terikat rapi
Akankah ada cahaya ilahi?
Yang merasuki jiwa-jiwa yang mengabdi
Diantara taubat seorang lelaki
Kini aku yakini
Semua perasaan yang terwakili
Oleh makna-makna yang hakiki
Yang tertulis abadi dalam hati
Oh Tuhan, sungguhku abadi
Dalam ciptaan segara anarki?
Bungaku hilang dan tak kembali
Monday, June 18, 2007
Bismillahirrahmannirrahim; 09:30am
Harum mewangi menari dan mencabuli
datangnya pagi... Sendiri- Sepi- Berdiri
menunggu mentari, bunga mekar berseri
Sarapan pagi. INgat Anggirasti.... Gila,
nanar lagi.... Berdiri- Menyepi, lupa diri
..........
Semedi Impressi
Semedi Meditasi
Mediasi basi
gila aku
Karena.... Keturunan perih. Dia,
dia! Bukan kamu buah hatiku
Mengaku bidadari padahal otak
teri. Kiri ---- menutup mentari
Hakiki tetaplah dikursi. Jalang memuak-
kan anarki. Sepi- sendiri padahal...
ego diri..... Anjing
datangnya pagi... Sendiri- Sepi- Berdiri
menunggu mentari, bunga mekar berseri
Sarapan pagi. INgat Anggirasti.... Gila,
nanar lagi.... Berdiri- Menyepi, lupa diri
..........
Semedi Impressi
Semedi Meditasi
Mediasi basi
gila aku
Karena.... Keturunan perih. Dia,
dia! Bukan kamu buah hatiku
Mengaku bidadari padahal otak
teri. Kiri ---- menutup mentari
Hakiki tetaplah dikursi. Jalang memuak-
kan anarki. Sepi- sendiri padahal...
ego diri..... Anjing
Thursday, June 14, 2007
Sembilan Pas
Kuabadikan pesan mimpi bukan wahyu
Kudambakan belaian peri dalam sendu
Kutirukan masa kecilmu dalam restu
Kudambakan belaian peri dalam sendu
Kutirukan masa kecilmu dalam restu
Sembilan Lebih Dua
Sampaikan pesanku melalui keagunganmu,
wahai peri
Untuk semua torehan kata yang dicerna mata
Untuk semua pengabdian tinta dalam cercaan makna
Untukmu yang tertinggal kala di surga laga
wahai peri
Untuk semua torehan kata yang dicerna mata
Untuk semua pengabdian tinta dalam cercaan makna
Untukmu yang tertinggal kala di surga laga
Sembilan Lebih Lima Belas
Tak akan kusendukan piluku dalam lagu
Kusemaikan sayu untuk sembilu malam-malamku
Namun kupercikan samaran dewiku dalam pesan-pesanku
Untukmu yang telah bersinar diatas Bandungku
Kusemaikan sayu untuk sembilu malam-malamku
Namun kupercikan samaran dewiku dalam pesan-pesanku
Untukmu yang telah bersinar diatas Bandungku
Wednesday, June 13, 2007
Sayap Patah II
Aku dan tangisku, adalah malam yang
bernafas dalam fajar nan gemilau
dan aku bertanya dalam tawamu, adakah?
Aku dan tapa sepiku, kau bilang itu sendu?
aku malaikat bertasbehkan tanduk-tanduk patah,
bersayapkan anggur kemanusiaan
Dia bertanya kini kau tanpa nyata, masih
bertanya kau...engkau
Aku adalah aku! Yang dengan jaket
Dunia milikku kuterkam engkau....
seperti binatang jalang. Bukanlah aku, tidak
juga engkau
bernafas dalam fajar nan gemilau
dan aku bertanya dalam tawamu, adakah?
Aku dan tapa sepiku, kau bilang itu sendu?
aku malaikat bertasbehkan tanduk-tanduk patah,
bersayapkan anggur kemanusiaan
Dia bertanya kini kau tanpa nyata, masih
bertanya kau...engkau
Aku adalah aku! Yang dengan jaket
Dunia milikku kuterkam engkau....
seperti binatang jalang. Bukanlah aku, tidak
juga engkau
Hah............... Kelana Lalu
Didalam sebuah materi_mencari mimpi dalam
artikulasi dunia ilusi____
Aku adalah sebuah malam nan
sepi......................................
Aku!
artikulasi dunia ilusi____
Aku adalah sebuah malam nan
sepi......................................
Aku!
Subscribe to:
Posts (Atom)
