Friday, February 27, 2009

Tuhannya MAYA & Maya-Nya TUHAN

Ketika kamu mencintai seseorang. Kamu akan melakukan apapun. Kamu akan melakukan hal yang paling gila sekalipun yang tak bisa kamu jelaskan. Kau menembak bulan, menaruh matahari. Ketika kamu mencintai seseorang...


SIXTH SENSE
Dimalam yang hening, aku terbangun dari mimpiku tentang seseorang. Seseorang yang selalu hadir bersama terbitnya mentari, istriku Maya. Aku mimpi tentang buah cinta yang selalu aku inginkan dari rahim Maya yang selalu aku jinakkan keliarannya di ranjang. Ya, aku menginginkan seorang anak lahir dari Maya. Namun apa daya?

Lima tahun sudah sejak malam pertama bersama Maya, cinta? Aku sangat cinta Maya, walau tak sempurna, dia? Ya, Maya selalu memberi rasa. Jiwa serasa di Surga jika aku bersama Maya. Tak sempurna? Karena dia belum mampu memberikanku keturunan.

Sebelum aku dan Maya bertemu, aku adalah seorang pendendam, pendiam dan penata jiwa-jiwa tak sempurna karena sakit. Aku seorang dokter jiwa. Jiwaku memang sakit sebelum ada Maya. Masa sih seorang dokter jiwa, sakit jiwa? Hanya jiwa pendendamku. Dan itu telah ku obati dengan obat yang sempurna dari ALLAH SWT, Maya!

Maya, mahluk Tuhan yang paling seksi. Setidaknya menurutku. Lahir 30 tahun yang lalu. Senja sedang menuju peraduannya saat ia dilahirkan di Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. Itu kutahu dari ibunya, Citra Magdalena almarhum.

Sesaat di keabadian, aku menghilang dan menjelma menjadi dewa di Surga. Aku pergi tanpa perlindungan. Citra Magdalena mertuaku, pergi untuk selamanya. Ya, waktu itu sore tanggal 23 February 2008 *). Ibunya Maya itu harus di kebumikan. Sementara itu aku masih di Bandung, menunggu mentari pulang dan bersemi, malam. Ciamis tempat berpulang ibu Maya. Tapi aku dan Maya masih disini, didekapan sore Bandung..., Cihampelas yang kelam.
"Pah, kita harus cepat kesana!", Maya bicara.
"Ya, kita usahakan subuh kita disana.", timpalku.

Andaikan aku dapat mengungkapkan apa yang kurasakan, akan kuberikan seutuhnya cinta seorang menantu kepada mertuanya. Maya, seperti pegasus putih tersedu-sedu. "Aku gak nyangka bakal secepat ini Pah!" Aku menjawab, "Sudah relakanlah mah."

Selama perjalanan, Maya tak henti-hentinya menangis terisak-isak. Rindu menyapa, terlambatkah? Aku terdiam sejenak mencari pagi di Ciamis. Sampai!

Di ruang tengah, tergeletak ibunya Maya, Citra Magdalena telah dikafani, mayat. Aura kesedihan merebak sampai sudut-sudut ruangan. Terang saja aku merindukannya, karena pribadi Citra Magdalena begitu indah. Apalagi Maya anaknya, istriku tercinta yang belum juga memberikanku keturunan. Kematian memang sesuatu yang menyakitkan sekaligus mengharukan.

Kelahiran dan kematian memang hanya ALLAH SWT yang tahu, karena Dia Maha Mengetahui. Tetapi Dia akan memberi rasa yang tak pantas bagi hamba-Nya untuk bertanya, mengapa? Ya, pengetahuan akan keberadaan Dia, Sang Pencipta alam semesta yang bila dipunyai manusia, manusia tersebut akan merasakan ekstase yang sangat hebat dan akan seperti gila. Tapi, itulah Aku. Aku sering mendapat firasat bila dihadapkan pada kematian ataupun kelahiran, seperti yang terjadi pada ibu Maya hari ini.

Pernah suatu hari aku didatangi dosen agama dari kampusku setelah aku lulus. Ya, aku ingat banget waktu itu hari ulang tahunku, 15 Juni 2000.**) Bertepatan dengan maulid Nabi Muhammad SAW. Aku diberi sepenggal bacaan yang dapat kubaca dari sebuah kitab. Hari itu aku seperti merasakan ada-Nya***). Dengan rasa itu, aku melafalkan 3 kata yang diberi tersebut, yaitu ROBANNA, ABSORNA & WARHAMNA. Anehnya aku melafalkan kata-kata tersebut tanpa henti dan kemudian aku tergerak menuju ke atap rumahku yang terdapat kabel listrik tegangan tinggi yang melintang. Dan dengan masih memanjatkan 3 kata itu aku memegang kabel listrik negatif dan positif tersebut dan kemudian aku tak sadarkan diri. Ketika aku terbangun, aku melompati tiga atap rumah yang berdekatan sampai akhirnya terjadi keributan di bawah karena kelakuanku itu. Aku bingung. Dan dalam kebingunganku itu, naiklah seorang ahli kebatinan dari Banten yang juga saudara jauhku dengan pakaian putih-putih, dan sorban di kepala, seperti biasa. Aku disembur dengan air sehingga sampailah aku kemudian dibawah dengan sempoyongan. Lalu, aku pergi ke pekuburan sehingga sampailah aku di kuburan yang nisannya bertuliskan ALLAH dalam tulisan Arab. Dari sinilah indera keenamku mulai terasah. Anugerah?

Aku baru teringat bahwa kabel positif yang aku pegang, ketika aku masih berumur 6 tahun, ada seekor Kelelawar yang mati tergantung disitu. Aku mulai bertanya-tanya kepada guru-guru spiritual, apakah kuburan bernisan ALLAH itu boleh? Sampai akhirnya aku tak menghiraukan lagi pertanyaan tersebut. Seperti hari ini, apakah mimpiku melihat ibu Maya di tepian jurang adalah pertanda akan kematiannya?

Pukul sepuluh pagi.

Jenazah Ibu dari Maya, Citra Magdalena telah dimakamkan. Hening.


HENING
Aku menyusuri jalan setapak menuju pantai. Setelah sampai di pantai, aku melihat sekumpulan bintang di langit yang terang benderang sampai ku dapat tersenyum dan mendapatimalam yang cerah ini telah dihadirkan ALLAH untukku setelah kematian mertuaku. Aneh.

Desir ombak terkalahkan oleh suara Maya memanggil, "Pah!" Aku menengok ke arah suara. "Maya!" aku menjawab heran. Lanjutku, "Aku sedang mencari udara segar, kenapa kamu ke sini?"
"Aku mau...."
"Maaf, kita pulang!" jawabku.

Maya masih sedih tapi aku tak berada di sampingnya. Aneh.

Aneh memang, mimpiku. Aku seperti kehilangan mama sendiri sejak mimpi-mimpi itu muncul. Aku seperti tak mau lagi bermimpi. Hening. Mungkin itulah inti dari ilmu hening yang banyak dikuasai oleh paranormal Pangandaran. Salah seorang yang ku kenal adalah Audra. Pemuda berusia 25 tahun teman Maya. Rencananya aku akan bercerita kepada dia tentang mimpiku karena kepada Maya aku takut. Entah kenapa?

Bermain Tuhan
Ketika malam tiba dan Kelelapan membentangkan pakaiannya diatas wajah bumi, dia meninggalkan tempat tidurnya dan berjalan ke arah lautan dan berkata, "Lautan tak pernah tidur, dan didalam keterjagaannya ada hiburan untuk jiwa-jiwa tak tidur." Ketika dia sampai di pantai, halimun gunung telah mencapai daerah itu laksana selubung yang menghiasi wajah perawan. Dia menatap gelora ombak dan mendengarkan puji-pujian pada Tuhan memanjatkan doa pada kekuasaan abadi yang bersembunyi bersama Kalian- Kekuasaan itu berlari bersama gunung berapi, dan tersenyum melalui bibir-bibir bunga mawar dan bernyanyi bersama sungai-sungai. Kemudian dia melihat sebuah botol tergeletak diantara bebatuan karang. Secara kebetulan dia langkahkan kaki ke arahnya seperti ada kekuatan yang mendorongnya untuk melawan kehendak dia. Beberapa langkah dari botol itu, dia terhenti seolah dipengaruhi oleh kekuatan gaib****). Kemudian diambilnya botol itu dan kemudian dibuka dengan gemetar botol itu oleh dia sehingga kemudian muncul kepulan asap dengan sebuah suara muncul dari botol itu ditengah kesunyian malam ini.

"Yang menurunkan Cinta. Yang menciptakan Pemberontakkan. Yang mengagungkan Kebebasan. Adalah tiga perwujudan Tuhan. Dan Tuhan adalah ungkapan, dari kecerdasan Alam Semesta*****). Terima kasih Tuan telah membebaskan aku. Aku akan menjadi hambamu, apa yang tuan pinta aku akan memenuhinya, silakan ajukan 3 permintaan."

Dia menjawab dengan gemetar, "Aku... aku, ingin gigiku putih lagi!"

"Baiklah, sesuai permintaan Tuan," Jin itu menjawab. Dan kemudian, cling, jin itu menyulap gigi dia dan memberinya cermin.

Sang manusia itu terkesima dengan giginya yang telah putih bersih, dan berkata, "Oh, Tuhan, bagaimana kau melakukannya jin? Ini mukjizat."

Sang jin berkata, "Permintaan yang kedua Tuan. Silakan Tuan ajukan!"

"Baiklah, aku ingin melihat Megawati Soekarnoputri sedang mandi! Apa kau bisa memenuhinya wahai jin?" Manusia itu menjawab.

Dan diberinya manusia itu penglihatan oleh sang jin, sehingga sang manusia itu merasakan syahwat yang dalam, "Oh, oh...!"

Setelah merasa cukup, sang manusia memberi tanda kepada jin, sehingga jin itu menanyakan apa permintaan ketiga dari tuannya itu.

Sang manusia yang sudah lemas itu menjawab, "Aku ingin 3 permintaan lagi!"

"Baiklah, permintaan pertama?" Jin itu bicara tanpa mengeluh.

Dan sang manusia menjawab, "Aku masih ingin melihat mahluk Tuhan dari golongan Hawa sedang mandi. Kali ini Beyonce Knowles?"

Dan jin itu kembali memberi penglihatan kepada sang manusia seperti sebelumnya. Dan kemudian permintaan selanjutnya sama seperti sebelumnya, Britney Spears, 3 permintaan lagi, Rihanna, Mariah Carey, 3 permintaan lagi, Angelina Jolie, Anggirasti, 3 permintaan lagi. Dan demikian seterusnya, sampai sang manusia itu hampir tenggelam oleh peluh dan pejunya.

"Silakan ajukan 3 permintaan lagi Tuan," Sang jin berkata tanpa heran.

"Aku ingin semua ini menjadi emas wahai jin!" Sang manusia kembali meminta.

"Baiklah Tuan," Sang jin memenuhinya dengan sekejap mata.

"Oh, emas! Sangat Banyak, aku kaya, kaya...!" Sang manusia takjub.

"Apa permintaan kedua Tuan?" Sang jin mulai heran, sampai akhirnya neraka tahu tentang jin dan manusia ini sehingga mengirim utusan.

"Aku ingin menjadi Achmad Mulyadi, wahai jin?" Sang manusia itu meminta.

Sang jin yang dibisiki utusan neraka tanpa terlihat oleh dia sang manusia, menjawab, "Tuan, pribadi Achmad Mulyadi disembunyikan oleh ALLAH. Aku tak bisa!" Sang jin mulai berkehendak dan meneruskan, "Mengapa Tuan tak meminta menjadi ALLAH saja, nama Tuan kan Robi!"

"Bagaimana kau tahu namaku Robi?" Dia berkata tanpa sadar dirinya mulai di jebak. Dan dia meneruskan, "Baiklah aku minta aku menjadi ALLAH!"

Sang jin menjawab, "Tuan tinggal mendeklarasikan saja sendiri!"

"Baiklah, namaku Robi dan saya ALLAH, saya Tuhan!" Sang manusia terjebak, dan kemudian petir menyambar dan sang jin tertawa karena menang. Kemudian Robi seperti terjebak dalam botol dan merenungi diri karena salah dan kufur.

Astagfirullahhal adzim.....................................................

Subhanallah, AKU & Akhir Yang Bahagia
Aku menyusuri jalan setapak menuju pantai. Setelah sampai di pantai, aku melihat sekumpulan bintang di langit yang terang benderang sampai ku dapat tersenyum dan mendapatimalam yang cerah ini telah dihadirkan ALLAH untukku setelah kematian mertuaku. Aneh.

Desir ombak terkalahkan oleh suara Maya memanggil, "Pah!" Aku menengok ke arah suara. "Maya!" aku menjawab heran. Lanjutku, "Aku sedang mencari udara segar, kenapa kamu ke sini?"
"Aku mau...."
"Maaf, kita pulang!" jawabku.

Maya masih sedih tapi aku tak berada di sampingnya. Aneh.

Aneh memang, mimpiku. Aku seperti kehilangan mama sendiri sejak mimpi-mimpi itu muncul. Aku seperti tak mau lagi bermimpi. Hening. Mungkin itulah inti dari ilmu hening yang banyak dikuasai oleh paranormal Pangandaran. Salah seorang yang ku kenal adalah Audra. Pemuda berusia 25 tahun teman Maya. Rencananya aku akan bercerita kepada dia tentang mimpiku karena kepada Maya aku takut. Entah kenapa?

Mungkinkah karena Audra adalah anak Maya & AKU. Aku adalah Robi, dan....... Ya, ALLAH, mungkinkah aku bermimpi....? AKU kini telah berumur 80 tahun dan Audra adalah penyelamatku?



Bersambung.........******)
*) Setahun kemudian ada komet LULIN
**) Nabi Muhammad SAW adalah pusat semesta, sementara Ka'bah adalah semesta kecil. Dan semasa hidup Sang Rasulullah, Ka'bah berjungkil balik sesuai mimpi-mimpi. Dan setelah Sang Rasulullah wafat, Ka'bah dari berbagai dimensi tetap berada di negeri Arab Saudi kecuali pada masa-masa tertentu di dimensi lain, Ka'bah yang merupakan rumah ALLAH SWT, mungkin berada di rumah kita. Seperti pada hari Maulid Nabi Muhammad SAW, 15 Juni 2000.
***) Sebenarnya terjadi pada hari berlangsungnya final piala Eropa 2000, antara Italia & Perancis.
****)Digubah dari sebagian prosa Terawang karya KAHLIL GIBRAN.
*****)Karya KAHLIL GIBRAN.
******) Lihat ke-Atas (Jangan tersesat!) karena "Dunia Maya bukan Maya pada Dunia

Wednesday, February 11, 2009

Sebuah Ayat (18 ALIVE) Untuk INSAN MUDA ARDAN FM

Watashiwa?
Bacalah JUZ'AMMA pada surat-surat yang terdiri dari 18 ayat/ lebih!
Lihatlah ayat ke-18, kemudian renungkan dengan judul surat tersebut.
Insya ALLAH, bagi para pemilih pemula akan memilih parpol no. 18 (Partai Mahpudin Bagong-Nya).
Tapi bila ada 10 tokoh pemuda nasional yang akan setia padaku maka pilihlah parpol no. 28 (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)!!!!
Arigato!

Tuesday, February 3, 2009

Bwt AYANG di HIFI UNPAD (University of Padjadjaran)

Manen Padi,
Pake Ani-ani
Pergi Haji,
Gak Kembali
Saya Onani Tiap Pagi
Karena Gak Dapet Gelar S.Si