'Aku ingin menjemputmu dimasa tuamu dalam
hari indah masa kecilmu. Kubawakan
sebongkah es. Saatnya telah tiba...!
Kau telah besar kini'
Aku tergoda senyummu menawan
meski mereka jauhkan aku dari awan,
kabut, sinar kemenangan
'Aku mencintaimu', akan kusampaikan
saat mentari kebiru-biruan
'Ah sendu...pulanglah ke bunga kecilmu'
Possesif, akuilah kata-katamu itu
bagai pedang ilusi menghantui pena
torehkan skeptis puisi~sanjak..
Egoisku ini
Saturday, August 18, 2007
Tuesday, August 14, 2007
TIME AFTER TIME
06:45pm
Kau hempaskan cinta
Saat semua kala
Bertemu hinanya dunia
06:46pm
Untukmu yang bertemu cinta
Buatku yang menjumpai hina
~............................................~
~Aku adalah waktu kecilmu
Ketika mimpimu menjamu pangeranmu
Dia bertanya, inikah malam-malammu
~Aku adalah indahnya rupamu
Saat semua gelas kaca menyerupaimu
Kamu hanya bertanya dalam beribu jawabmu
06:50pm
Mencari mimpi diatas mentari hatimu
Kusurati ilusiku dengan pena rindu gadismu
Ah... Ku hunus dengan pelan dan busuk, hariku
Pendek samar, bila harimu riang harapan
Muda bahasaku sirna diujung tua
Masa kecil kita bahagia
07:10pm
FaITh
bahkan dalam nyata kutaklukan mimpi
07:45pm
Didalam kegelapan, ingin kusampaikan pesan
bahwa ilusi didalam kedalaman kesan
07:47pm
Dari cinta bermunculan tinta
Dengan pena terhunus tertorehlah kata
bahwa hasratku hanyalah kala
07:50pm
saat tarian kosmis-Mu hancurkan waktuku
kutahu rindu takkan bertahan. Algojo waktu?
07:51pm
Tak terhitung dan terdefinisi
Cintaku terbawa biru lautmu
Balon udaraku terhempas ke sudut batinmu
Berujung resah dan lelah
Kulemparkan ragu ke dalam bajumu
07:59pm
Mengapa periku hanyalah kamu
08:01pm
Aku terbangun diatas pelupuk rinduku
Namun cintaku terbawa sepi
Tak bunyi...tak hilang, menjeritlah mimpi
08:05pm
Uh.....
Melenguhnya derita bagai surga di keabadian
sepi. Kutorehkan ragu untuk cinta, dengan
pena yang terhunus...patah
Ah......
Keindahan biru terpunahlah sudah
Saatnya telah tiba, berdirilah lebih dekat
menjauhlah bersama peri santun...untukmu,
bidadari jiwa
08:56pm
Terbitlah malam, santunkan kata, dekatkan
jiwa tuk melihat keabadian cinta...
Untukmu yang telah menghambakan cerita
bahwa rindu telah menyapa kasih. Februari!
HAPPY CHINESE VALENTINE'S DAY ON 19 AUGUST 2007
Kau hempaskan cinta
Saat semua kala
Bertemu hinanya dunia
06:46pm
Untukmu yang bertemu cinta
Buatku yang menjumpai hina
~............................................~
~Aku adalah waktu kecilmu
Ketika mimpimu menjamu pangeranmu
Dia bertanya, inikah malam-malammu
~Aku adalah indahnya rupamu
Saat semua gelas kaca menyerupaimu
Kamu hanya bertanya dalam beribu jawabmu
06:50pm
Mencari mimpi diatas mentari hatimu
Kusurati ilusiku dengan pena rindu gadismu
Ah... Ku hunus dengan pelan dan busuk, hariku
Pendek samar, bila harimu riang harapan
Muda bahasaku sirna diujung tua
Masa kecil kita bahagia
07:10pm
FaITh
bahkan dalam nyata kutaklukan mimpi
07:45pm
Didalam kegelapan, ingin kusampaikan pesan
bahwa ilusi didalam kedalaman kesan
07:47pm
Dari cinta bermunculan tinta
Dengan pena terhunus tertorehlah kata
bahwa hasratku hanyalah kala
07:50pm
saat tarian kosmis-Mu hancurkan waktuku
kutahu rindu takkan bertahan. Algojo waktu?
07:51pm
Tak terhitung dan terdefinisi
Cintaku terbawa biru lautmu
Balon udaraku terhempas ke sudut batinmu
Berujung resah dan lelah
Kulemparkan ragu ke dalam bajumu
07:59pm
Mengapa periku hanyalah kamu
08:01pm
Aku terbangun diatas pelupuk rinduku
Namun cintaku terbawa sepi
Tak bunyi...tak hilang, menjeritlah mimpi
08:05pm
Uh.....
Melenguhnya derita bagai surga di keabadian
sepi. Kutorehkan ragu untuk cinta, dengan
pena yang terhunus...patah
Ah......
Keindahan biru terpunahlah sudah
Saatnya telah tiba, berdirilah lebih dekat
menjauhlah bersama peri santun...untukmu,
bidadari jiwa
08:56pm
Terbitlah malam, santunkan kata, dekatkan
jiwa tuk melihat keabadian cinta...
Untukmu yang telah menghambakan cerita
bahwa rindu telah menyapa kasih. Februari!
HAPPY CHINESE VALENTINE'S DAY ON 19 AUGUST 2007
Saturday, August 11, 2007
INGINKU MENCINTAI
Airmata menggenangi pipi
Terurai seperti keindahan sang sufi
Berbalut sedih ini dihati
Ingin aku mencintai
Dirimu yang tak tergapai..........
SUCI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Terurai seperti keindahan sang sufi
Berbalut sedih ini dihati
Ingin aku mencintai
Dirimu yang tak tergapai..........
SUCI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
KELAM
Langit kelam, akankah kau abadi?
Atau hanya bias dari keabadian ilusi?
Kau gelap seperti semua anarki
Kini....
Aku hanya ingin kembali
Kepada Keengganan seorang sufi
Yang menentang semua yang telah pergi
Dan tak kembali.......!
Atau hanya bias dari keabadian ilusi?
Kau gelap seperti semua anarki
Kini....
Aku hanya ingin kembali
Kepada Keengganan seorang sufi
Yang menentang semua yang telah pergi
Dan tak kembali.......!
Friday, August 10, 2007
HANTU
Apakah ia sesosok hantu?
Yang selalu terpaku?
Pada jalan yang seakan membeku?
Terhadap sesuatu yang baru?
Dan apakah seharusnya aku...
Malu?
Terhadap misteri yang sepertinya membisu?
Atau...
Pertanyaan itu selalu-AKU!!!
Yang selalu terpaku?
Pada jalan yang seakan membeku?
Terhadap sesuatu yang baru?
Dan apakah seharusnya aku...
Malu?
Terhadap misteri yang sepertinya membisu?
Atau...
Pertanyaan itu selalu-AKU!!!
AKU
Jangan kau menghakimi
Diriku yang memang belum sejati
Aku memang seorang sufi
Yang sampai kini belum mandiri,
Keraguanmu semakin menghantui
Akankah kujalani ini sendiri?
Ataukah ini....
Jalan menuju kesejatian sufi?
Diriku yang memang belum sejati
Aku memang seorang sufi
Yang sampai kini belum mandiri,
Keraguanmu semakin menghantui
Akankah kujalani ini sendiri?
Ataukah ini....
Jalan menuju kesejatian sufi?
Thursday, July 26, 2007
Hasratku
Kulihat wajahmu cantik sekali
Aku ingin menciummu sekali lagi
Ataukah aku harus menunggu sampai nanti?
Seperti bunga yang sedang mewangi
Kau terus berhasrat untuk menggali
Semua yang tercipta dan tak kembali
Kau memang cantik sekali
Aku ingin menciummu sekali lagi
Ataukah aku harus menunggu sampai nanti?
Seperti bunga yang sedang mewangi
Kau terus berhasrat untuk menggali
Semua yang tercipta dan tak kembali
Kau memang cantik sekali
Langit Antah Berantah
Langit menebar cahaya keemasan
Berbalut awan putih memilukan
Terpancar dan terbias begitu menyilaukan
Diantaranya tergambar wajahmu mengesankan
Dan indah tetap kuhiraukan
Begitu pula cerita kita menyedihkan
Mungkinkah keindahan surgawi?
Dalam hati ku bernyanyi
Akankah malam menghendaki
Keindahan surgawi yang abadi
Ataukah semua hanya imajinasi?
Kembali terbasuh oleh cahaya ilahi
Berbalut awan putih memilukan
Terpancar dan terbias begitu menyilaukan
Diantaranya tergambar wajahmu mengesankan
Dan indah tetap kuhiraukan
Begitu pula cerita kita menyedihkan
Mungkinkah keindahan surgawi?
Dalam hati ku bernyanyi
Akankah malam menghendaki
Keindahan surgawi yang abadi
Ataukah semua hanya imajinasi?
Kembali terbasuh oleh cahaya ilahi
Friday, July 20, 2007
Suratku
Kutulisi kau surat
Semua makna yang tersirat
Hadapi nadi yang berurat
Kutepis dengan silat
Kini menerpa baiat
Ku yakin ini hanya syarat
Untuk menemukan sebuah hakikat
Karena hanya pada-Nya lah aku terikat
Semua makna yang tersirat
Hadapi nadi yang berurat
Kutepis dengan silat
Kini menerpa baiat
Ku yakin ini hanya syarat
Untuk menemukan sebuah hakikat
Karena hanya pada-Nya lah aku terikat
Ku Yakin Suatu Saat
Tak ada lagi kata-kata
Ku tak bisa mencerna
Yang kuinginkan hanya makna
Ku yakin suatu saat kuhaus karya
Suaraku menggema
Seperti dalam sebuah segara
Namun semua hanya ilusi semata
Ku yakin suatu saat........
Sarat akan SARA
Ku tak bisa mencerna
Yang kuinginkan hanya makna
Ku yakin suatu saat kuhaus karya
Suaraku menggema
Seperti dalam sebuah segara
Namun semua hanya ilusi semata
Ku yakin suatu saat........
Sarat akan SARA
Wednesday, July 4, 2007
Gila Soneta, Gila
Kini aku seorang diri
Anjing.....keluhku!
Tapi kau tetap berlalu
Walau tersakiti.....!
Mungkin kau tak selalu dihati
Tapi tetap kau kekasihku
Cinta.....teriakku
Walau ini menyakiti.....!
Inginku kau selalu ada disamping
Meski cinta ini adalah keraguan
Hasratku kau selalu ada disamping
Menemaniku sampai akhir hayat
Meskipun kau selalu temui mati
Mendustaiku sampai akhir hayat...!
Anjing.....keluhku!
Tapi kau tetap berlalu
Walau tersakiti.....!
Mungkin kau tak selalu dihati
Tapi tetap kau kekasihku
Cinta.....teriakku
Walau ini menyakiti.....!
Inginku kau selalu ada disamping
Meski cinta ini adalah keraguan
Hasratku kau selalu ada disamping
Menemaniku sampai akhir hayat
Meskipun kau selalu temui mati
Mendustaiku sampai akhir hayat...!
Hati Seorang Lelaki
Didalam hati seorang lelaki
Terdapat sebuah teka-teki
Berulang namun tak pasti
Berujung tapi hakiki
Namun semua hanya ilusi
Sebuah imajinasi
Didalam hati seorang lelaki
Terdapat telaga untuk sang sufi
Membasuh makna dengan cahaya ilahi
Terdapat sebuah teka-teki
Berulang namun tak pasti
Berujung tapi hakiki
Namun semua hanya ilusi
Sebuah imajinasi
Didalam hati seorang lelaki
Terdapat telaga untuk sang sufi
Membasuh makna dengan cahaya ilahi
Friday, June 22, 2007
Lentera
Lentera hatiku kini bersemi
Bersemi diantara rumput yang mewangi
Kini inginku kupu-kupu menghiasi
Semua yang tercipta dan tak kembali
Pada hati yang selalu meyakini
Akan lentera hati dan cahaya ilahi
Bersemi diantara rumput yang mewangi
Kini inginku kupu-kupu menghiasi
Semua yang tercipta dan tak kembali
Pada hati yang selalu meyakini
Akan lentera hati dan cahaya ilahi
Bintang
Kuucapkan pada bintang
Semua yang telah menghilang
Sesuatu yang mayapada
Yang tak bisa
Disebut dengan kata-kata
Kini aku seorang diri
Semua tertinggal dalam hati
Tak mau ku terus mengabdi
Pada waktu yang telah menghiasi
Hidupku yang tak terganti
Semua yang telah menghilang
Sesuatu yang mayapada
Yang tak bisa
Disebut dengan kata-kata
Kini aku seorang diri
Semua tertinggal dalam hati
Tak mau ku terus mengabdi
Pada waktu yang telah menghiasi
Hidupku yang tak terganti
Bunga
Bungaku mekar dan mewangi
Diantara rumput-rumput berduri
Perasaan kacau terbalut dan terikat rapi
Akankah ada cahaya ilahi?
Yang merasuki jiwa-jiwa yang mengabdi
Diantara taubat seorang lelaki
Kini aku yakini
Semua perasaan yang terwakili
Oleh makna-makna yang hakiki
Yang tertulis abadi dalam hati
Oh Tuhan, sungguhku abadi
Dalam ciptaan segara anarki?
Bungaku hilang dan tak kembali
Diantara rumput-rumput berduri
Perasaan kacau terbalut dan terikat rapi
Akankah ada cahaya ilahi?
Yang merasuki jiwa-jiwa yang mengabdi
Diantara taubat seorang lelaki
Kini aku yakini
Semua perasaan yang terwakili
Oleh makna-makna yang hakiki
Yang tertulis abadi dalam hati
Oh Tuhan, sungguhku abadi
Dalam ciptaan segara anarki?
Bungaku hilang dan tak kembali
Monday, June 18, 2007
Bismillahirrahmannirrahim; 09:30am
Harum mewangi menari dan mencabuli
datangnya pagi... Sendiri- Sepi- Berdiri
menunggu mentari, bunga mekar berseri
Sarapan pagi. INgat Anggirasti.... Gila,
nanar lagi.... Berdiri- Menyepi, lupa diri
..........
Semedi Impressi
Semedi Meditasi
Mediasi basi
gila aku
Karena.... Keturunan perih. Dia,
dia! Bukan kamu buah hatiku
Mengaku bidadari padahal otak
teri. Kiri ---- menutup mentari
Hakiki tetaplah dikursi. Jalang memuak-
kan anarki. Sepi- sendiri padahal...
ego diri..... Anjing
datangnya pagi... Sendiri- Sepi- Berdiri
menunggu mentari, bunga mekar berseri
Sarapan pagi. INgat Anggirasti.... Gila,
nanar lagi.... Berdiri- Menyepi, lupa diri
..........
Semedi Impressi
Semedi Meditasi
Mediasi basi
gila aku
Karena.... Keturunan perih. Dia,
dia! Bukan kamu buah hatiku
Mengaku bidadari padahal otak
teri. Kiri ---- menutup mentari
Hakiki tetaplah dikursi. Jalang memuak-
kan anarki. Sepi- sendiri padahal...
ego diri..... Anjing
Thursday, June 14, 2007
Sembilan Pas
Kuabadikan pesan mimpi bukan wahyu
Kudambakan belaian peri dalam sendu
Kutirukan masa kecilmu dalam restu
Kudambakan belaian peri dalam sendu
Kutirukan masa kecilmu dalam restu
Sembilan Lebih Dua
Sampaikan pesanku melalui keagunganmu,
wahai peri
Untuk semua torehan kata yang dicerna mata
Untuk semua pengabdian tinta dalam cercaan makna
Untukmu yang tertinggal kala di surga laga
wahai peri
Untuk semua torehan kata yang dicerna mata
Untuk semua pengabdian tinta dalam cercaan makna
Untukmu yang tertinggal kala di surga laga
Sembilan Lebih Lima Belas
Tak akan kusendukan piluku dalam lagu
Kusemaikan sayu untuk sembilu malam-malamku
Namun kupercikan samaran dewiku dalam pesan-pesanku
Untukmu yang telah bersinar diatas Bandungku
Kusemaikan sayu untuk sembilu malam-malamku
Namun kupercikan samaran dewiku dalam pesan-pesanku
Untukmu yang telah bersinar diatas Bandungku
Wednesday, June 13, 2007
Sayap Patah II
Aku dan tangisku, adalah malam yang
bernafas dalam fajar nan gemilau
dan aku bertanya dalam tawamu, adakah?
Aku dan tapa sepiku, kau bilang itu sendu?
aku malaikat bertasbehkan tanduk-tanduk patah,
bersayapkan anggur kemanusiaan
Dia bertanya kini kau tanpa nyata, masih
bertanya kau...engkau
Aku adalah aku! Yang dengan jaket
Dunia milikku kuterkam engkau....
seperti binatang jalang. Bukanlah aku, tidak
juga engkau
bernafas dalam fajar nan gemilau
dan aku bertanya dalam tawamu, adakah?
Aku dan tapa sepiku, kau bilang itu sendu?
aku malaikat bertasbehkan tanduk-tanduk patah,
bersayapkan anggur kemanusiaan
Dia bertanya kini kau tanpa nyata, masih
bertanya kau...engkau
Aku adalah aku! Yang dengan jaket
Dunia milikku kuterkam engkau....
seperti binatang jalang. Bukanlah aku, tidak
juga engkau
Hah............... Kelana Lalu
Didalam sebuah materi_mencari mimpi dalam
artikulasi dunia ilusi____
Aku adalah sebuah malam nan
sepi......................................
Aku!
artikulasi dunia ilusi____
Aku adalah sebuah malam nan
sepi......................................
Aku!
Sunday, May 13, 2007
Dear Peri; Dear Kristy
Dear Kristy,
Do u miss me?
Aku cinta mati.
Mungkinkah aku bermimpi?
Karena kaulah yang selalu dihati.
Seminggu tujuh hari,
terikat seperti sebuah materi.
Yang ku tahu hanyalah sepi....
Tanpa dirimu didalam nadi.
Kau bisu seperti semua anarki.
Yang berlari kemudian bersuci.
Diantara para pujangga sakti.
Mengiris semua hati,
dengan kata-kata dari otak kiri.
Oh...., Aku cinta mati!
Pada dirimu Kristy!!!!!
Do u miss me?
Aku cinta mati.
Mungkinkah aku bermimpi?
Karena kaulah yang selalu dihati.
Seminggu tujuh hari,
terikat seperti sebuah materi.
Yang ku tahu hanyalah sepi....
Tanpa dirimu didalam nadi.
Kau bisu seperti semua anarki.
Yang berlari kemudian bersuci.
Diantara para pujangga sakti.
Mengiris semua hati,
dengan kata-kata dari otak kiri.
Oh...., Aku cinta mati!
Pada dirimu Kristy!!!!!
Tuesday, April 24, 2007
INTERLUD~ (Kram Otak)
Dia lari mencari pagi, tapi kelam
menghantui mentari dengan awan kelabu.
Aku hadir bersama awan kesepian
pergilah sungai! Dusta....!
Adalah aku
Alangkah indah jika bercerita.
Diiringi senyum tersembul dibalik cahaya.
Kuhantui kala dengan batinku.
Pergi...gila Aku
----------------"--------------------
Dari dalam hatiku kutemukan sekeping resah.
Yang menenggelamkan kisah tentang harapan yang
kian lelah
----------------"--------------------
Mungkin hariku takkan merasa lara
saat kusemaikan senyum selaras rasa
menghantui mentari dengan awan kelabu.
Aku hadir bersama awan kesepian
pergilah sungai! Dusta....!
Adalah aku
Alangkah indah jika bercerita.
Diiringi senyum tersembul dibalik cahaya.
Kuhantui kala dengan batinku.
Pergi...gila Aku
----------------"--------------------
Dari dalam hatiku kutemukan sekeping resah.
Yang menenggelamkan kisah tentang harapan yang
kian lelah
----------------"--------------------
Mungkin hariku takkan merasa lara
saat kusemaikan senyum selaras rasa
Friday, March 23, 2007
Semut & Aku-Samudera Darah
Dua puluh empat jam sehari duniaku terasa nyata. Walau galau dalam diri bumi tetap sepi menanti mentari- kembali pulang dan bersemi. Suatu hari dan sebongkah malam menepi. Dia menantang kesenyapan, hantu-hantu itu berbisik-bisikan diantara dua hati, diantara dua dunia.
Kini ku sepi namun api tetap meratapi mimpi, semut dan aku. Dua hati. Kutemaramkan satu arti dalam gelapnya senyap, suram. Ternyata ia adalah pertikaian 2 hati, semut dan aku, dua dunia, aku dan semut.
Dua puluh empat tahun lagi mimpiku berakhir, duniaku takkan senyata itu. Hanya aku dan semut. Kala semi menemani seekor semut mati aku takkan pernah kembali. Karena dua dunia kini satu hati, diantara suatu hari...akan terjadi, terjalin, tersembunyi dalam semut dan aku.
Kini ku sepi namun api tetap meratapi mimpi, semut dan aku. Dua hati. Kutemaramkan satu arti dalam gelapnya senyap, suram. Ternyata ia adalah pertikaian 2 hati, semut dan aku, dua dunia, aku dan semut.
Dua puluh empat tahun lagi mimpiku berakhir, duniaku takkan senyata itu. Hanya aku dan semut. Kala semi menemani seekor semut mati aku takkan pernah kembali. Karena dua dunia kini satu hati, diantara suatu hari...akan terjadi, terjalin, tersembunyi dalam semut dan aku.
Thursday, March 15, 2007
Assalamualaikum Wr. Wb.,
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Aku tahu kini kau pun merasa tahu tentang hari yang lalu. Cinta kini takkan Sendu seperti masa lalu...hanya sembilu dalam cerita pilu.
Kini aku tak tahu walau cinta tahu. Kau kian berpijar menghantui fajar kelabu..tahu..meski tak tahu.
-Dia dewi dari segala awal dan dewa yang melayani ajal, hanya akhir-
Pasti pilu jika kini kau tahu...aku*)
...Pasti kau tahu. Aku adalah malam nan sepi-seperti kisah lalu yang aku pun tak tahu bahwa kau tahu atau malah tak pernah tahu- Ku sepi seperti kenari..
*)bukanlah dia, begitu juga aku..kau pun tahu
Aku tahu kini kau pun merasa tahu tentang hari yang lalu. Cinta kini takkan Sendu seperti masa lalu...hanya sembilu dalam cerita pilu.
Kini aku tak tahu walau cinta tahu. Kau kian berpijar menghantui fajar kelabu..tahu..meski tak tahu.
-Dia dewi dari segala awal dan dewa yang melayani ajal, hanya akhir-
Pasti pilu jika kini kau tahu...aku*)
...Pasti kau tahu. Aku adalah malam nan sepi-seperti kisah lalu yang aku pun tak tahu bahwa kau tahu atau malah tak pernah tahu- Ku sepi seperti kenari..
*)bukanlah dia, begitu juga aku..kau pun tahu
Friday, March 2, 2007
2 Maret 2007, 15:09
Langit begitu kelam dan tak ada seorang pun yang dendam
terhadap diriku ataupun biru hidupku
Tak disangka-sangka aku pergi tanpa perlindungan
Tanpa jejak dan tanpa inspirasi maya
Ini suara hati di legam malam
Tak terprovokasi atau teredam massa
Yang aku inginkan sekarang Surgaaaaaaaaaaa...............................!
Oh asmara yang terbang ke hajat hidup orang banyak
Ku tak nyenyak terbawa gerilya-gerilya
terhadap diriku ataupun biru hidupku
Tak disangka-sangka aku pergi tanpa perlindungan
Tanpa jejak dan tanpa inspirasi maya
Ini suara hati di legam malam
Tak terprovokasi atau teredam massa
Yang aku inginkan sekarang Surgaaaaaaaaaaa...............................!
Oh asmara yang terbang ke hajat hidup orang banyak
Ku tak nyenyak terbawa gerilya-gerilya
Wednesday, February 28, 2007
Buku da Y3riku (01/29/2001, 10:26pm)
Dua puluh tahun tujuh bulan 14 hari
berakhir sisi hidupku, sore tadi.
Ku akhiri masa laluku yang tak tertuliskan
sejarah, biografi, sari jiwaku...
Ku pegang dingin sebuah buku perjalanan
hidupku, dan tanpa sendu dan sayu
kurogoh uangku dan kumiliki
perawannya buku hidupku.
Ku tulisi sepi dan kutorehkan hati.
Yang selama ini ku ilusikan dalam mimpi.
Seperti seorang gadis aku gerayangi,
seorang diri dengan sanjak ataupun puisi.
Aku tak tahu....
Aku namai kamu 'Peri Kristy'
berakhir sisi hidupku, sore tadi.
Ku akhiri masa laluku yang tak tertuliskan
sejarah, biografi, sari jiwaku...
Ku pegang dingin sebuah buku perjalanan
hidupku, dan tanpa sendu dan sayu
kurogoh uangku dan kumiliki
perawannya buku hidupku.
Ku tulisi sepi dan kutorehkan hati.
Yang selama ini ku ilusikan dalam mimpi.
Seperti seorang gadis aku gerayangi,
seorang diri dengan sanjak ataupun puisi.
Aku tak tahu....
Aku namai kamu 'Peri Kristy'
Subscribe to:
Posts (Atom)
