Friday, March 23, 2007

Semut & Aku-Samudera Darah

Dua puluh empat jam sehari duniaku terasa nyata. Walau galau dalam diri bumi tetap sepi menanti mentari- kembali pulang dan bersemi. Suatu hari dan sebongkah malam menepi. Dia menantang kesenyapan, hantu-hantu itu berbisik-bisikan diantara dua hati, diantara dua dunia.

Kini ku sepi namun api tetap meratapi mimpi, semut dan aku. Dua hati. Kutemaramkan satu arti dalam gelapnya senyap, suram. Ternyata ia adalah pertikaian 2 hati, semut dan aku, dua dunia, aku dan semut.

Dua puluh empat tahun lagi mimpiku berakhir, duniaku takkan senyata itu. Hanya aku dan semut. Kala semi menemani seekor semut mati aku takkan pernah kembali. Karena dua dunia kini satu hati, diantara suatu hari...akan terjadi, terjalin, tersembunyi dalam semut dan aku.

No comments: