Dua puluh empat jam sehari duniaku terasa nyata. Walau galau dalam diri bumi tetap sepi menanti mentari- kembali pulang dan bersemi. Suatu hari dan sebongkah malam menepi. Dia menantang kesenyapan, hantu-hantu itu berbisik-bisikan diantara dua hati, diantara dua dunia.
Kini ku sepi namun api tetap meratapi mimpi, semut dan aku. Dua hati. Kutemaramkan satu arti dalam gelapnya senyap, suram. Ternyata ia adalah pertikaian 2 hati, semut dan aku, dua dunia, aku dan semut.
Dua puluh empat tahun lagi mimpiku berakhir, duniaku takkan senyata itu. Hanya aku dan semut. Kala semi menemani seekor semut mati aku takkan pernah kembali. Karena dua dunia kini satu hati, diantara suatu hari...akan terjadi, terjalin, tersembunyi dalam semut dan aku.
Friday, March 23, 2007
Thursday, March 15, 2007
Assalamualaikum Wr. Wb.,
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Aku tahu kini kau pun merasa tahu tentang hari yang lalu. Cinta kini takkan Sendu seperti masa lalu...hanya sembilu dalam cerita pilu.
Kini aku tak tahu walau cinta tahu. Kau kian berpijar menghantui fajar kelabu..tahu..meski tak tahu.
-Dia dewi dari segala awal dan dewa yang melayani ajal, hanya akhir-
Pasti pilu jika kini kau tahu...aku*)
...Pasti kau tahu. Aku adalah malam nan sepi-seperti kisah lalu yang aku pun tak tahu bahwa kau tahu atau malah tak pernah tahu- Ku sepi seperti kenari..
*)bukanlah dia, begitu juga aku..kau pun tahu
Aku tahu kini kau pun merasa tahu tentang hari yang lalu. Cinta kini takkan Sendu seperti masa lalu...hanya sembilu dalam cerita pilu.
Kini aku tak tahu walau cinta tahu. Kau kian berpijar menghantui fajar kelabu..tahu..meski tak tahu.
-Dia dewi dari segala awal dan dewa yang melayani ajal, hanya akhir-
Pasti pilu jika kini kau tahu...aku*)
...Pasti kau tahu. Aku adalah malam nan sepi-seperti kisah lalu yang aku pun tak tahu bahwa kau tahu atau malah tak pernah tahu- Ku sepi seperti kenari..
*)bukanlah dia, begitu juga aku..kau pun tahu
Friday, March 2, 2007
2 Maret 2007, 15:09
Langit begitu kelam dan tak ada seorang pun yang dendam
terhadap diriku ataupun biru hidupku
Tak disangka-sangka aku pergi tanpa perlindungan
Tanpa jejak dan tanpa inspirasi maya
Ini suara hati di legam malam
Tak terprovokasi atau teredam massa
Yang aku inginkan sekarang Surgaaaaaaaaaaa...............................!
Oh asmara yang terbang ke hajat hidup orang banyak
Ku tak nyenyak terbawa gerilya-gerilya
terhadap diriku ataupun biru hidupku
Tak disangka-sangka aku pergi tanpa perlindungan
Tanpa jejak dan tanpa inspirasi maya
Ini suara hati di legam malam
Tak terprovokasi atau teredam massa
Yang aku inginkan sekarang Surgaaaaaaaaaaa...............................!
Oh asmara yang terbang ke hajat hidup orang banyak
Ku tak nyenyak terbawa gerilya-gerilya
Subscribe to:
Posts (Atom)
